Posted by : DEWA
Selasa, 20 September 2016
Pengaturan Routing Dan Router
Oleh. Candra Dewa Pramana
Router
Adalah perangkat keras dalam jaringan komputer yang
berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protocol
yang sama. sehingga dengan menggunakan router kita bisa menghubungkan 2 ip
address yang memiliki host yang berbeda. contohnya kita bisa menghubungkan IP
Address 192.168.1.2 dengan IP address 192.169.10.1. (Komputer,
2012)
Routing
Adalah
proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang
dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya.
Routing langsung
Merupakan sebuah
pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain.
Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer
dengan alamat 192.168.1.3
Routing tidak langsung
Merupakan sebuah
pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat hort
tujuan. (contoh: komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirim data ke komputer
dengan alamat 192.1681.3, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat
192.168.1.3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat
192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan. (yayan, 2016)
Komponen utama dari router adalah sebagai berikut:
CPU
Central Processing Unit
bertugas menjalankan perintah-perintah dalam operating system. Beberapa fungsi
yang dilaukan oleh CPU seperti: inisialisasi sistem, routing, dan kontrol
interface jaringan. CPU router merupakan sebuah microprocessor.
RAM
RAM digunakan untuk
informasi table routing, cache fast switching, konfigurasi yang sedang jalan,
dan mengatur antrian paket. Pada kebanyakan router RAM meyediakan space memory
untuk menjalankan fungsi router. Secara logik RAM dibagi menjadi memory
prosesor utama dan memory share input/output (I/O). Memory share I/O merupakan
share diantara interface-interface router untuk penyimpanan paket sementara.
Isi dari RAM akan hilang kalau router dimatikan atau di-restart. RAM biasanya
bertipe dynamic random-access memory (DRAM) dan dapat di-upgrade dengan
menambahkan suatu module memori yan disebut dengan dual in-line memory module
(DIMM).
Flash
lash memori digunakan
untuk menyimpan image dari IOS. Router normalnya membutuhkan IOS default dari
flash. Image dapat di-upgrade dengan cara men-download image baru ke dalam
flash. IOS bisa jadi ter-kompresi maupun tidak. Pada kebanyakan router untuk
meng-copy IOS ditansfer ke RAM selama proses booting. Pada router yang lain IOS
mungkin dapat dijalankan langsing dari flash. Flash terpasang secara single
pada slot SIMM atau berupa card PCMCIA yang dapat ditambahkan atau dilepas pada
saat upgrade flash.
NVRAM
NVRAM digunakan untuk
menyimpan startup configuration. Pada device yang sama EEPROM dapat digunakan
sebagai fungsi NVRAM. Pada device yang lain dipakai untuk sebagai flash untuk
melaukan booting. Isi dari NVRAM tidak akan hilang meskipung router dimatikan
atau di-restart.
Bus
Sebagian besar router
terdiri atas bus sistem dan bus CPU. Bus sistem digunakan untuk komunikasi
antar CPU dan interface atau slot tambahan. Bus ini mentransfer paket dari dan
ke interface. Bus CPU digunakan untuk akses komponen dari media penyimpan di
router. Bus ini mentransfer perintah dan data ke atau dari alamat memory yang digunakan.
ROM
ROM digunakan secara
permanen untuk menyimpan kode-kode startup diagnostic, yang dikenal dengan nama
ROM monitor. Tugas utama ROM adalah untuk dignosa hardware selama router
booting dan loading IOS dari flash ke RAM. Beberapa router, ROM juga bisa
digunakan sebagai sumber booting alternatif. Dan dapat di-upgrade dengan cara
melepas chip pada socketnya.
Interface
Interface dari router
digunakan untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada 3 tipe interface: LAN, Wan
dan console atau auxiliary (AUX). Interface LAN biasanya satu atau beberapa
tipe ethernet atau token ring yang berbeda-beda. Tiap-tiap intreface memiliki
chip controller yang berfungsi untuk menyambungkan sistem ke media. Interface
LAN biasanya berupa fixed configuration atau modular.
Interface WAN misalnya
serial, ISDN dan integrated CSU. Sama dengan interface LAN, ia juga mempunyai
chip controller. Interface Wan bisa berupa fixed configuration atau modular.
Port Console atau AUX
adalah prot serial yang digunakan untuk proses konfigurasi. Ia digunakan
sebagai terminal dari komunikasi port pada komputer melalui modem.
Power Supply
Power supply digunakan
sebagai sumber daya untuk mengoperasikan komponen di dalam router. (KZHIE, 2012)
Static Routing
Static routing merupakan
rute yang secara manual dimasukan oleh Administrator kedalam konfigurasi
devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu
tujuan akan dilewatkan.
Dynamic Routing
Merupakan Routing yang
bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan
pada Router. Kenapa dinamis, karena router akan dapat menentukan secara
otomatis lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. Apabila
terjadi kegagalan jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan
memindahkan traffic melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link)
dan akan secara otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu
domain bahwa telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan
routing tersebut akan otomatis melakukan update routing. (Blogs, 2014)
1. Siapkan
Aplikasi Cisco Packet Tracer terlebih dahulu
2. Untuk mengkoneksikan peralatan yang
berbeda, gunakan kabel Straight-through :
a. Router – Switch
b. Router – Hub
c. PC – Switch
d. PC – Hub
Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel
Cross-Over :
a. Router - Router
b. Router – PC
c. Switch - Switch
d. Switch – Hub
3. Ketentuan pemasangannya adalah :
Router ke router : Serial
Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi
lebih cepat FastEthernet)
Switch ke PC : FastEthernet
Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE
Setelah persiapan selesai desain jaringan seperti ini
contohnya :

Catatan :
Fery, Kurniawan, Saputra PC terhubung fastethernet0/0 ke
PC1, PC2, PC3
Fery – Kurniawan = Serial 2/0
Kurniawan – Saputra = Serial 3/0
Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :
Router A : Fastethernet
0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router B : Fastethernet
0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router C : Fastethernet
0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router A : Serial 2/0 :
Router#en
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router B : Serial
2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router B : Serial
3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router C : Serial
3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Pada saat menghubungkan serial, router fery dengan serial
2/0 dan kurniawan serial 2/0, hal ini harus 1 Jaringan namun harus berbeda
hostnya dengan catatan harus membedakan IP kelasnya. Saya setting seperti
diatas agar mudah mengingatnya.
Setelah selesai setting Router, Kini setting PC1, PC2,
dan PC 3
Fastethernet ( Default Gateway) pada PC 1 Harus diisi
dengan IP Fastethernet Router Fery karena PC 1 Terhubung secara langsung ke
Router Fery. Begitupun PC 2 dengan Kurniawan, PC3 dengan Saputra.
Setting IP :
PC 1

PC 2
PC 3

Setelah
selesai, kini tinggal Setting IP Route (STATIC)
Pada pemasangan ini dibutuhkan ketilitian anda. Catatan :

Network diisi
dengan IP TUJUAN dengan Host Terkecil yaitu diisi dengan 0
Contohnya Menuju Router Saputra, Router Saputra memiliki
IP Fastethernet : 194.1.1.1, Jadi Penulisannya : 194.1.1.0
Netmask diisi
mengikuti Network Apabila Kelas C diisi dengan 255.255.255.0
Next Hop diisi
dengan serial terdekat dari Router itu sendiri ( Serial yang Pertama dilewati
setelah keluar dari router itu sendiri)
Setelah itu kini kita setting IP Route Statis :
Setting IP Route
A :
Router(config)#ip route 193.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.2
Router(config)#ip route 193.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.2
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.2
Setting IP Route
B :
Router(config)#ip route 192.1.1.0 255.255.255.0 10.1.1.1
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.2
Setting IP Route
C :
Router(config)#ip route 192.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.1
Router(config)#ip route 194.1.1.0 255.255.255.0 11.1.1.1
Setelah selesai kita coba tes dengan ping di PC. Kita
ambil PC1 mengeping IP Fastethernet pada PC 2, dan PC 3. (Anam, 2015)

Link Google Drive
Daftar Pustaka
Blogs, T. (2014, 2). Macam
Macam Routing. Retrieved 9 20, 2016, from TKJ Blogs:
https://tkjmyworld.blogspot.co.id/2014/02/macam-macam-routing.html
Komputer, T. (2012, 11 6). Pengertian
dan Fungsi Router. Retrieved 9 20, 2016, from tutorial komputer:
http://www.teorikomputer.com/2012/11/fungsi-router.html
KZHIE. (2012, 6 18). KOMPONEN-KOMPONEN
ROUTER. Retrieved 9 20, 2016, from KZHIE: https://kzhie.wordpress.com/2012/06/18/komponen-komponen-router/
yayan. (2016, 11). Pengertian
Routing. Retrieved 9 20, 2016, from mj tutorial komputer:
http://www.teorikomputer.com/2012/11/pengertian-routing.html



