Archive for Agustus 2016
SUBNETTING DAN
SUPERNETTING
Oleh. Candra Dewa
Pramana
Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan
ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet
deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan
beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi). (media, 2015)
Tujuan dalam
melakukan subnetting ini adalah :
1.
Membagi satu
kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
2.
Menempatkan
suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
3.
Untuk mengatasi
masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
4.
Penggunaan IP
Address yang lebih efisien. (??, 2012)
Proses Subnetting
Untuk
melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
1.
Menentukan
jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask
2.
Menentukan
jumlah host per subnet
3.
Menentukan
subnet yang valid
4.
Menentukan
alamat broadcast untuk tiap subnet
5.
Menentukan
host – host yang valid untuk tiap subnet (TIK, 2014)
Supernetting
Supernetting adalah menggabungkan beberapa network menjadi supernetwork. Hal
ini biasanya dilakukan oleh kelas C yang membutuhkan host
yang lebih besar lagi.
Masking untuk Supernetting dinamakan Supernet mask.
Untuk kelas C, ada beberapa aturan:
a)
Jumlah
blok harus merupakan perpangkatan 2, misal 16 (24).
b)
Blok
harus merupakan angka yang berkelanjutan atau berurut.
c)
Byte ke-3 dari alamat pertama harus habis
dibagi jumlah blok. Misal, jika ada 4 blok, maka byte ke-3 harus kelipatannya
yakni 4, 8, 12, 16,20, dst. (Rizaldi, 2012)
Manfaat dari supernetting adalah :
·
Mempersingkat
routing table sebuah router sehingga menghemat memori pada router tersebut.
Manfaat dari subnetting adalah :
·
Mengurangi
network traffic kepadatan network traffic sering terjadi karena broadcast,
dengan melakukan subnetting berarti kita memecah suatu broadcast domain yang
besar menjadi beberapa broadcast domain sehingga kepadatan network traffic
menjadi berkurang.
·
Mengoptimalkan
network performance berkurangnya network traffic mengoptimalkan network
performance.
·
Mempermudah
pengelolaan network. lebih mudah mengelola beberapa network kecil daripada
mengelola satu network yang besar. (D'Secret, 2010)
Soal :
1. Subnetting kelas A menggunakan
berapa bit terakhir ?
2. Berapa saja bit yang digunakan
Subnetting kelas B ?
3. Subnet mask yang bisa
digunakan untuk subnetting class C (CIDR) ?
4. Apa itu Supernetting (Super
Subnetting) ?
5. Alasan menggunakan
Supernetting pada sebuah jaringan komputer ?
Jawaban :
1. 24 bit
2. 16 bit dari 32 bit
3. Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30
4. Proses menggabungkan dua atau lebih
blok IP address menjadi satu kesatuan
5.
a) Umumnya jumlah alamat yang tersedia
di dalam kelas A dan B terlalu
besar untuk kebanyakan organisasi
besar untuk kebanyakan organisasi
b) Sedangkan alamat yang tersedia di
dalam kelas C hanya 256, ini terlalu
kecil untuk kebanyakan organisasi
kecil untuk kebanyakan organisasi
c) Mempersingkat routing table sebuah
router sehingga menghemat memori
Pada router tersebut.
Pada router tersebut.
d) Menggabungkan jumlah IP yang tidak
mencukupi dari sebuah kelas IP Dan
menghindari router.
menghindari router.
Daftar Pustaka
??, J. p. (2012, 1 11). Jelaskan pengertian dan
tujuan Subnetting ?? Retrieved 8 27, 2016, from Tugas Produktif:
http://mardhin.blogspot.sg/2012/01/jelaskan-pengertian-dan-tujuan.html
D'Secret, A. (2010, 2 18). manfaat dari
Supernetting dan Subnetting. Retrieved 8 27, 2016, from Adhan D'Secret:
http://asphyxiaismyheroinne.blogspot.sg/2010/02/manfaat-dari-supernetting-dan.html
media, J. (2015, 7 14). Pengertian Subnetting
Pada Jaringan Komputer. Retrieved 8 27, 2016, from javanetmedia:
http://www.javanetmedia.com/2015/06/subnetting-pada-jaringan-komputer.html
Rizaldi. (2012, 7 12). PENGERTIAN SUBNETTING DAN
SUPERNETTING. Retrieved 8 27, 2016, from A Plain Blog:
http://jnaephy.blogspot.sg/2012/01/subnetting-dan-supernetting.html
TIK. (2014). Ilmu komputer. Malang: Sinar
Abadi.
Biografi
Nama :
Candra Dewa Pramana
Panggilan :
Dewa
Sekolah :
SMK ISLAM 1 BLITAR(2014-2017)
Motto :
Percaya dan yakin
SUBNETTING DAN SUPERNETTING
Mekanisme Keamanan Jaringan
Oleh. Candra Dewa
Pramana

1.
Encipherment
(Penyandian)
Encipherment merupakan mekanisme keamanan jaringan
yang digunakan untuk menyembunyikan data. Mekanisme encipherment dapat
menyediakan layanan kerahasiaan data (Confidentiality) meskipun dapat juga
digunakan untuk layanan lainnya. Untuk
mewujudkan mekanisme encipherment, teknik Kriptografi dan Steganografi dapat
digunakan. Perlu diketahui, Kriptografi merupakan kumpulan teknik untuk
menyembunyikan pesan itu menjadi pesan tersembunyi. Sedangkan Steganografi
merupakan kumpulan teknik untuk menyembunyikan pesan pada media lain, misalnya
pada gambar, suara, atau video.
2.
Keutuhan Data
Mekanisme keutuhan data
digunakan untuk memastikan keutuhan data pada unit data atau pada suatu aliran
(stream) data unit. Cara yang digunakan adalah dengan menambahkan nilai penguji
(check value) pada data asli. Jadi ketika sebuah data akan dikirim nilai
penguji dihitung terlebih dahulu dan kemudian data dan penguji dikirim
bersamaan. Penerima dapat menguji apakah ada perubahan data atau tidak dengan
cara menghitung nilai penguji data yang terkirim dan membandingkan nilai
penguji yang dihitung dengan nilai penguji yang dikirim bersamaan dengan data
asli. Bila sama penerima dapat menyimpulkan data tidak berubah.
3.
Digital
Signature
Digital Signature
merupakan mekanisme keamanan jaringan yang menyediakan cara bagi pengirim data
untuk “menandatangani” secara elektronik sebuah data dan penerima dapat memverifikasi “tanda
tangan” itu secara elektronik. Digital Signature ditambahkan pada data unit dan
digunakan sebagai bukti sumber pengirim dan menghindari pemalsuan (forgery)
tanda tangan.
4.
Traffic Padding
Traffic Padding
menyediakan cara untuk pencegahan analisis lalu lintas data pada jaringan yaitu
dengan menambah data palsu pada lalu lintas data.
5.
Authentication
Exchange
Mekanisme ini memberikan cara agar dua entitas dapat
saling mengotentikasi dengan cara bertukar pesan untuk saling membuktikan
identitas.
6.
Routing Control
Routing Control
menyediakan cara untuk memilih dan secara terus menerus mengubah alur (Route)
pada jaringan computer antara pengirim dan penerima. Mekanisme ini menghindarkan
komunikasi dari penguping (eavedropper).
7.
Notarisasi
Notarisasi
(notarization) menyediakan cara untuk memilih pihak ketiga yang terpercaya
sebagai pengendali komunikasi antara pengirim dan penerima.
Daftar Pustaka
diatama, v.
(2013, 10 4). MEKANISME KEAMANAN JARINGAN. Retrieved from It's My
Blog:
http://vickydiatama.blogspot.co.id/2013/10/mekanisme-keamanan-jaringan.html
Fitriani, R. E.
(2015). JURNAL ILMIAH. banyuwangi: STIKOM PGRI BANYUWANGI.
Mekanisme Keamanan Jaringan
Laporan Akhir Kerja Proyek
Oleh. Candra Dewa
Pramana
Laporan Akhir
Kerja Proyek
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang
suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu
berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang
disajikan merupakan bahan atau keterangan
untuk informasi yang dibutuhkan, berdasarkan keadaan objektif yang
dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri)
ketika si pelapor telah melakukan suatu
kegiatan atau pekerjaan. (gunadi, 2013)
Tujuan Laporan
·
Mengenalpasti
masalah
·
Memberikan
maklumat dan fakta
·
Mencadangkan
penyelesaian
·
Mencadangkan
tindakan yang perlu dilakukan
·
Membuat
kesimpulan
·
Menilai sesuatu
penyelidikan atau aktiviti
·
Membuat rekod
sesuatu peristiwa
·
Menganalisi
aktiviti perniagaan
·
Mensintesis
sesuatu pelan tindakan
·
Menghuraikan
sesuatu peristiwa, prosedur, tindakan dll. (Wirawan, 2014)
Manfaat Laporan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a)
Dasar penentuan
kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b)
Bahan penyusunan
rencana kegiatan berikutnya.
c)
Mengetahui
perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d)
Data sejarah
perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain. (N.T.S., 2010)
Jenis – jenis
Laporan
1.Laporan Ilmiah.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui
tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah
disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim
& Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung
kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan
dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
2. Laporan Teknis.
Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan
suatu badan atau instansi.Laporan teknis mengandung data obyektif tentang
sesuatu.data obyektif dalam laporan teknis itu juga mengandung sifat
ilmiah,tetapi segi kepraktisannya lebih menonjol.sehingga yang dimaksud dengan
laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang
dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si
penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal
Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia
menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan,paham,serta hasil
pemikiran dan penelitian. (Irawan, 2010)
Ciriciri Laporan
a)
Ringkas. Dalam
laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang
berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui
permasalahannya.
b)
Lengkap. Laporan
dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber
kepustakaan.
c)
Logis. Laporan
dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri
alasan-alasannya yang masuk akal.
d)
Sistematis. Laporan
dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan
yang berurutan dan saling berhubungan. (samidi, 2014)
Ketentuan
penulisan :
1.
Lengkap
2.
Rapi
3.
Tersusun dengan
baik
4.
Sudah di
teliti/di cek
5.
Memasukkan
alamat sumber
Kerangka laporan
hasil akhir :
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
MOTTO
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan
BAB II PENGENALAN
2.1 Dasar Teori
2.2 Teori Komponen
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan Komponen
3.2 Diagnosa Masalah
3.3 Bahan dan Alat
3.4 Penanganan Masalah
3.5 Anggaran
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR
PUSTAKA (A.N.A, 2010)
Daftar Pustaka
A.N.A. (2010). BUKU LAPORAN. BLITAR: KITA
BISA.
gunadi, g. (2013, 5 3). Pengertian, Tujuan,
Manfaat, jenis, dan Ciri dari Laporan. Retrieved 8 18, 2016, from gugun
gunadi:
http://bald-gugungondrong.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-tujuan-manfaat-jenis-dan.html
Irawan. (2010, 8 12). Berbagi Mengenal
Jenis-Jenis Laporan Lisan dan Tertulis. Retrieved 8 18, 2016, from Mari
Belajar: http://bahasadwi.blogspot.co.id/2015/12/berbagi-mengenal-jenis-jenis-laporan.html
N.T.S. (2010, 12 3). Laporan (Pengertian, Fungsi,
Manfaat, Ciri, Jenis). Retrieved 8 18, 2016, from materi dan artikel:
http://artikelmateri.blogspot.co.id/2015/11/laporan-adalah-pengertian-fungsi-manfaat-ciri-jenis-macam.html
samidi. (2014, 7 12). ciri iri laporan yang baik.
Retrieved 8 18, 2016, from astalog:
http://www.astalog.com/5047/ciri-ciri-laporan-yang-baik.htm
Wirawan, F. A. (2014, 8 14). Contoh Tujuan
Penulisan Laporan. Retrieved 8 18, 2016, from Burung Internet:
http://www.burung-net.com/2015/05/contoh-tujuan-penulisan-laporan-prakerin-pkl-smk.html
BIOGRAFI
NAMA : CANDRA DEWA PRAMANA
SEKOLAH : SMK ISLAM 1 BLITAR
MOTTO : Tindakan Adalah Bukti
Bahwa Kita Mampu
Minat.............Klik di sini
Laporan Akhir Kerja Proyek
Pengemasan adalah teknologi dalam mewadahi atau
melindungi produk agar siap untuk distribusikan, disimpan, dijual, dan
digunakan oleh konsumen akhir. Pengemasan juga mengacu pada proses mendesain,
evaluasi, dan memproduksi kemasannya. Dengan demikian pengemasan juga merupakan
suatu sistem terkoordinasi dalam menyiapkan barang untuk transportasi,
pergudangan, logistik, penjualan, dan penggunaan akhir. (Kusrianto,
2009)
Target market
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai
serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu
perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan
dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi
profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti
betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan
permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang dipergunakan ini
sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat
menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak
menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut
perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap
segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu
sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu
diantara lima strategi peliputan pasar, yaiitu:
1. Konsentrasi
pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu
bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan
ini.
2. Spesialisasi
produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk.
Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik
bagi sekelompok pelanggan.
3. Spesialisasi
pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin
tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.
4. Spesialisasi
selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak
ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu
mengandung peluang yang menarik.
5. Peliputan
keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk
mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai
dengan daya beli masing-masing. (Yayan, 2012)
Ergonomi adalah ilmu yang memelajari mengenai sifat
dan keterbatasan manusia yang digunakan untuk merancang sistem kerja, sehingga
sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Dapat pula dikatakan bahwa aplikasi
ilmu ergonomi adalah membentuk kondisi yang EASNE yaitu efektif, aman, sehat, nyaman
dan efisien.Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan,
mengapa ergonomi sangat penting. (NOVITA, 2014)
Ciri khas adalah suatu hal yang dimiliki oleh suatu
produk dan berfungsi untuk membedakan anatara satu produk dengan produk yang
lain. Setiap produk harus memiliki ciri khas untuk memperlihatkan keunggulan
dari produk tersebut (M.Feng, 2016)
Ukuran pengemasan hasil proyek yaitu menghitung dan
mengira ukuran pengemasan , hal ini sangat
penting untuk menjaga produk yang ada di dalamnya.Ukuran harus sesuai
dengan ketentuan artinya tidak lebih dan tidak kurang, tetapi tetap harus rapi.
(anita, 2014)
Spesial pack adalah hasil dari pengemasan yang berbeda dari pengemasan
sebelumnya. Dimana pengemasan ini sangat menarik dan terlihat lebih bagus dari
pada biasanya. Yang dikemas seperti ini sangan sedikit, menggunakan pengemasan special
adalah siasat untuk menarik konsumen agar tertarik. (Lisa, 2014)
Daftar Pustaka
anita. (2014, 5 12). pengemasan produk.
Retrieved 8 18, 2016, from cijambu:
http://posluhdesdesacijambu.blogspot.co.id/2011/10/pengemasan-produk.html
Kusrianto, A. (2009, 12 6). Mengenal Pengemasan
Produk . Retrieved 8 18, 2016, from GOODREADS:
https://www.goodreads.com/author_blog_posts/6112104-mengenal-pengemasan-produk-bahan-makanan
Lisa. (2014). PEMASARAN. Blitar: SURYACITA.
M.Feng. (2016). Mengenal produk. blitar:
Cahaya cita.
NOVITA. (2014, 27 1). Apa yang dimaksud nilai
ergonomis. Retrieved 8 18, 2016, from BRAINLY:
http://brainly.co.id/tugas/692931
Yayan. (2012, 6 27). pemasaran. Retrieved 8
18, 2016, from pemasaran: https://sites.google.com/site/pemasaranpasar/
BIOGRAFI
NAMA :
CANDRA DEWA PRAMANA
SEKOLAH :
SMK ISLAM 1 BLITAR
MOTTO :
Bersikap baik akan meluluhkan kejelekan dan kejahatan
Minat..........Klik di sini





